Tampilkan postingan dengan label Nama-nama Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nama-nama Allah. Tampilkan semua postingan

Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab (586-590 - 644 M, menjadi khalifah 634 - 644 M) adalah khalifah ke-2 dalam sejarah Islam. pengangkatan umar bukan berdasarkan konsensus tetapi berdasarkan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Abu Bakar. Hal ini tidak menimbulkan pertentangan berarti di kalangan umat islam saat itu karena umat Muslim sangat mengenal Umar sebagai orang yang paling dekat dan paling setia membela ajaran Islam. Hanya segelintir kaum, yang kelak menjadi golongan Syi'ah, yang tetap berpendapat bahwa seharusnya Ali yang menjadi khalifah. Umar memerintah selama sepuluh tahun dari tahun 634 hingga 644.

Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat, kemudian mengangkat Umar bin Khatthab sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Rasulillah (pengganti dari Rasulullah). Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu'minin (petinggi orang-orang yang beriman).

Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi; ibu kota Syria, Damaskus, jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan 'Amr ibn 'Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad ibn Abi Waqqash. Iskandariah (Alexandria, sekarang Istanbul), ibu kota Mesir, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada tahun 637 M. Dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Moshul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar Radhiallahu ‘anhu, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.

Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan membuat tahun hijiah.

Umar bin Khatthab memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H/634-644 M). Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang Zoroastrianis, budak Fanatik dari Persia bernama Abu Lu'lu'ah. Untuk menentukan penggantinya, Umar tidak menempuh jalan yang dilakukan Abu Bakar. Dia menunjuk enam orang sahabat dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang di antaranya menjadi khalifah. Enam orang tersebut adalah Usman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'ad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn 'Auf. Setelah Umar wafat, tim ini bermusyawarah dan berhasil menunjuk Utsman sebagai khalifah, melalui proses yang agak ketat dengan Ali ibn Abi Thalib.

Asmaul Husna (nama-nama Allah)

  1. Ar Rahman (Maha Penyayang)
  2. Ar Rahim (Maha Mengasihi)
  3. Al Malik (Maha Menguasai)
  4. Al Quddus (Maha Suci)
  5. Al Salam (Maha Selamat Sejahtera)
  6. Al Mukmin (Maha Melimpahkan Keamanan)
  7. Al Muhaimin (Pengawal serta Pengawas)
  8. Al Aziz (Maha Berkuasa)
  9. Al Jabbar (Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya)
  10. Al Mutakabbir (Yang Melengkapi Segala kebesaranNya)
  11. Al Khaliq (Maha Pencipta)
  12. Al Bari (Maha Menjadikan)
  13. Al Musawwir (Maha Pembentuk)
  14. Al Ghaffar (Maha Pengampun)
  15. Al Qahhar (Maha Perkasa)
  16. Al Wahhab (Maha Pemberi Anugerah)
  17. Al Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
  18. Al Fattah (Maha Pembuka)
  19. Al Alim (Maha Mengetahui)
  20. Al Qabidh (Maha Pengekang)
  21. Al Basit (Maha Melimpahkan Nikmat)
  22. Al Khafidh (Maha Perendah / Pengurang)
  23. Ar Rafik (Maha Peninggi)
  24. Al Mu'izz (Menghormati / Memuliakan)
  25. Al Muzill (Maha Menghina)
  26. As Sami (Maha Mendengar)
  27. Al Basir (Maha Melihat)
  28. Al Hakam (Maha Mengadili)
  29. Al Adil (Maha Adil)
  30. Al Latif (Maha Lembut serta Halus)
  31. Al Khabir (Maha Mengetahui)
  32. Al Halim (Maha Penyabar)
  33. Al Azim (Maha Agung)
  34. Al Ghafur (Maha Pengampun)
  35. Asy Syakur (Maha Bersyukur)
  36. Al Ali (Maha Tinggi serta Mulia)
  37. Al Kabir (Maha Besar)
  38. Al Hafiz (Maha Memelihara)
  39. Al Muqit (Maha Menjaga)
  40. Al Hasib (Maha Penghitung)
  41. Al Jalil (Maha Besar serta Mulia)
  42. Al Karim (Maha Pemurah)
  43. Ar Raqib (Maha Waspada)
  44. Al Mujib (Maha Pengabul Do’a)
  45. Al Wasik (Maha Luas)
  46. Al Hakim (Maha Bijaksana)
  47. Al Wadud (Maha Penyayang)
  48. Al Majid (Maha Mulia)
  49. Al Baith (Maha Membangkitkan Semula)
  50. Asy Syahid (Maha Menyaksikan)
  51. Al Haqq (Maha Benar)
  52. Al Wakil (Maha Pentabir)
  53. Al Qawiy (Maha Kuat)
  54. Al Matin (Maha Teguh)
  55. Al Waliy (Maha Melindungi)
  56. Al Hamid (Maha Terpuji)
  57. Al Muhsi (Maha Penghitung)
  58. Al Mubdi (Maha Pencipta dari Asal)
  59. Al Muid (Maha Mengembalikan dan Memulihkan)
  60. Al Muhyi (Maha Menghidupkan)
  61. Al Mumit (Yang Mematikan)
  62. Al Hayyat (Yang Senantiasa Hidup)
  63. Al Qayyum (Yang Hidup serta Berdiri Sendiri)
  64. Al Wajid (Maha Penemu)
  65. Al Majid (Maha Mulia)
  66. Al Wahid (Maha Esa)
  67. Al Ahad (Yang Tunggal)
  68. As Samad (Yang Menjadi Tumpuan)
  69. Al Qadir (Maha Berupaya)
  70. Al Muqtadir (Maha Berkuasa)
  71. Al Muqaddim (Maha Menyegerakan)
  72. Al Muakhir (Maha Penangguh)
  73. Al Awwal (Yang Pertama)
  74. Al Akhir (Yang Akhir)
  75. Az Zahir (Yang Zahir)
  76. Al Batin (Yang Batin)
  77. Al Wali (Yang Memerintah)
  78. Al Muta Ali (Maha Tinggi serta Mulia)
  79. Al Barr (Yang banyak membuat kebajikan)
  80. At Tawwab (Yang Menerima Taubat)
  81. Al Muntaqim (Yang Menghukum pada yang Bersalah)
  82. Al Afuw (Yang Maha Pengampun)
  83. Ar Rauf (Maha Pengasih serta Penyayang)
  84. Malikul Mulk (Pemilik Kedaulatan Yang Kekal)
  85. Dzul Jalal Wal Ikram (Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan)
  86. Al Muqsit (Maha Seksama)
  87. Al Jami (Maha Pengumpul)
  88. Al Ghaniy (Yang Maha Kaya Dan Lengkap)
  89. Al Mughni (Maha Mengkayakan dan Memakmurkan)
  90. Al Mani (Maha Pencegah)
  91. Al Darr (Yang Mendatangkan Mudharat)
  92. Al Nafi (Yang Memberi Manfaat)
  93. Al Nur (Maha Bercahaya)
  94. Al Hadi (Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk)
  95. Al Badi (Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya)
  96. Al Baqi (Maha Kekal)
  97. Al Warith (Maha Mewarisi)
  98. Ar Rasyid (Yang Memimpin Kepada Kebenaran)
  99. As Sabur (Maha Penyabar)